Carolina Reaper, Cabe Paling Pedas Yang Mematikan

Cabe Carolina Reaper, Cabai Paling Pedas Yang Mematikan – Bagi anda yang suka dengan makanan pedas, tentu tidak asing dengan cabai. Di Indonesia sendiri cabai termasuk komoditi yang sangat besar yang dibudidayakan oleh petani cabai. Mayoritas masyarakat Indonesia sangat gemar dengan makanan pedas.

Carolina Reaper, Cabai Paling Pedas Yang Mematikan

Namun, pernahkan anda mendengar salah satu jenis cabai yang bernama Carolina reaper? Ataukah anda baru mendengarnya saat ini? cabe Carolina reaper adalah salah satu jenis cabai didunia yang memiliki level kepedasan paling tinggi. Bahkan pada 2013 lalu, Guiness World Record telah mencatat jenis cabai ini sebagai cabai yang paling pedas di dunia.

Perlu anda ketahui bahwa Carolina reaper adalah jenis cabai yang berasal dari Carolina selatan, Amerika Serikat. Adalah ED Curri, seorang pecinta cabai yang telah mengembangkan tanaman cabai ini. Menurut sejarahnya, Curri sangat suka dengan makanan pedas sejak kecil. Sampai dirinya dewasa, Ia berusaha untuk mengembangkan berbagai macam jenis cabai dengan tingkat level pedas yang berbeda-beda.

Saat ini ada banyak sekali para pecinta makanan pedas yang memburu cabai ini. Bahkan banyak sekali ditemui challenge untuk memakan cabai Carolina reaper ini, dengan tantangan dan berbagai hadiah menarik. Kendati demikian, jika anda menghendaki untuk membeli cabai ini, anda akan mendapatkan beberapa peringatan dari sang pengembang ED Curri. Sebab efek yang terasa setelah mengonsumsi cabai ini sangatlah berbahaya bagi percernaan.

Tetapi yang mengherankan, dengan efek yang begitu mengerikan masih saja ada banyak yang membeli dan mengonsumsi cabai ini. Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan hanya untuk membuktikan ketahanan seseorang pada kepedasan yang dihasilkan cabai Carolina repaer ini. Jika anda penyuka pedas, mungkin anda bisa mencoba Carolina reaper sebagai referensi untuk memenuhi hasrat anda. Namun anda juga perlu berhati-hati agar efek yang ditimbulkan tidak mempengaruhi kondisi tubuh anda.

Carolina Reaper, Cabai Paling Pedas Yang Mematikan

Tingkat Kepedasan Cabe Carolina Reaper

Carolina reaper ini adalah jenis cabe hias yang dikembangkan dengan menyilang antara cabai bhut jolokia dengan cabai habanero. Scoville Heat Unit atau lazim disingkat SHU, adalah satuan untuk mengukur tingkat kepedasan pada cabai. Menurut penelitian yang sudah ada, Carolina reaper memiliki tingkat kepedasan sekitar 1.569.300 SHU, dan hasil tersebut masih terus mengalami peningkatan. berbeda dengan jenis cabe hias lainnya seperti cabe pelangi misalnya.

Sedangkan untuk cabai rawit khas Indonesia sendiri memiliki tingkat kepedasas sekitar 30.000 hingga 50.000 SHU. Artinya cabai caroline reaper memiliki kepedasan 30 hingga 50 kali lipat dibandingkan dengan cabai rawit biasa. Bisa anda bayangkan betapa pedasnya cabai ini jika dikonsumsi.

Pada hasil tes terakhir yang dilakukan pada tahun 2017 yang lalu, Winthrop University in South California menyatakan bahwa tingkat kepedasan Cabe Carolina reaper mengalami peningkatan menjadi 1.641.183 SHU. Peningkatan tersebut tidak lepas dari sang pengembang ED Curri yang terus melakukan evolusi kepada cabai hasil eksperimennya tersebut.

Efek Setelah Memakan Carolina Reaper

Efek Setelah Memakan Carolina Reaper

Selain rasanya yang super pedas, cabai ini memiliki bentuk yang aneh dan berbeda layaknya cabai pada umumnya yang banyak ditemukan di Indonesia. Sang pengembang cabai ini sendiri, ED Curri mengaku bahwa sempat muntah dan mengalami cekukan setelah memakan Carolina reaper. Namun Ia juga mengaku bahwa Ia tidak merasa kapok untuk memakannya lagi.

Efek pertama yang akan anda rasakan saat anda memakan cabai ini tentu adalah rasa pedas yang luar biasa, yang mungkin belum pernah anda rasakan sebelumnya. Namun lama kelamaan rasa pedas tersebut akan berubah menjadi rasa sakit yang menyebar ke seluruh tubuh anda. Seluruh urat syaraf yang ada didalam tubuh anda akan terasa seperti terbakar. Hingga mungkin akan mempengaruhi kondisi tubuh terutama pada organ pencernaan anda.

Saat anda mengunyah cabai ini dimulut anda, respon yang paling sensitive adalah lidah sebagai indra perasa. Lidah anda akan merasakana pedas bercampur panas yang luar biasa. Biasanya setelah itu terjadi, darah di dalam tubuh anda akan mengalir deras. Bahkan mungkin anda akan menangis setelah merasakan pedas di mulut anda. Keringat mengucur deras dan tenggorokan anda akan merasakan panas yang lebih panas dari panas dalam.

Keringat yang keluar dari tubuh anda merupakan sebuah reaksi pendinginan dari efek panas yang terjadi di dalam tubuh anda. Saat anda menelan kunyahan dari cabai hias ini, tentu anda tidak akan mampu menelanya secara lancar layaknya makanan biasa. Anda akan mengalami mual, bahkan bisa sampai muntah. Suhu tubuh akan menurun, dan yang terparah adalah anda akan merasakan sakit yang begitu berat pada kepala anda.

Beberapa efek sakit kepala yang akan anda rasakan setelah mengonsumsi Carolina reaper:

Efek Setelah Memakan Carolina Reaper
  • Pendarahan pada otak

Dengan tingkat kepedasan yang sangat tinggi, tentu seluruh syaraf pada tubuh akan ikut merasakan reaksi yang terjadi setelah memakan Carolina reaper. Terutama syaraf pada otak sebagai organ inti pada tubuh. Otak bisa mengalami pendarahan jika syaraf dan pembuluh darah mengalami pembengkakan ketika memakan Carolina reaper. Pendarahan pada otak ini akan membuat kepala anda sangat sakit, bahkan mungkin tidak bisa anda kendalikan.

Salah satu kasus pendarahan pada otak yang terjadi adalah terjadi pada pria (34 tahun), yang sedang mengikuti perlombaan memakan Carolina reaper. Dokter yang menanganinya mengatakan bahwa pria tersebut mengalami gejala nafas yang kering, namun tidak mual dan muntah setelah memakan Carolina reaper. Setelah itu, pria tersebut mengaku mengalami sakit yang begitu hebat pada kepalanya saat Ia tiba di UGD rumah sakit yang menanganinya.

  • Thunderclap

Ini merupakan jenis sakit kepala yang terjadi begitu cepat, dan tingkat keparahanya hampir sama dengan pendarahan otak. Jika seseorang mengalami thunderclap, maka efek yang bisa terjadi selanjutnya adalah pendarahan pada otak, bahkan bisa menjadi stroke. Oleh karena itu, ED Curri memberikan peringatan yang sangat keras kepada siapapun yang mencoba untuk memakan Carolina reaper yang telah dikembangkannya.

Cara Mengatasi Efek Carolina Reaper

Sebenarnya hingga saat ini belum dijumpai obat maupun metode untuk mengatasi efek setelah memakan Carolina reaper. Pasalnya rasa pedas yang dihasilkan memang benar-benar alami, sehingga belum ada foemula khusus untuk mengatasinya. Namun, sebagai peringatan anda disarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsinya.

Jika anda merasakan efek berlebih setelah anda memakan tumbuhan ini, segeralah untuk ke puskemas atau rumah sakir terdekat. Meskipun pada dasarnya cabai sendiri memiliki manfaat yang beragam, tetapi anda harus mampu untuk mengukur sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan sampai hanya karena ingin mematahkan sebuah rekor atau mengikuti perlombaan, anda harus jatuh sakit hanya gara-gara memakan cabai. Tentu anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi.

Meskipun saat ini banyak sekali challenge dan perlombaan memakan Carolina reaper, jangan sampai anda tergiur jika anda masih sayang dengan kesehatan Anda. Kesehatan itu sangatlah penting. Jadi jagalah kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *